Dalam kehidupan, setiap individu melewati fase yang menuntut keseimbangan antara pekerjaan, pembelajaran, dan pengembangan diri. Konsep work life balance tidak hanya sekadar istilah populer, melainkan proses panjang untuk memahami diri sendiri di tengah berbagai tuntutan dalam kehidupan
Perkenalkan saya Diana Dewi, sebagai mahasiswa Akuntansi di Universitas Negeri Makassar, saya terbiasa berhadapan dengan angka, laporan keuangan, dan konsep keseimbangan dalam neraca. Namun, semakin saya memahami bidang tersebut, saya menyadari bahwa kehidupan pasti memiliki suatu keseimbangan yang serupa. Dalam hidup, terdapat laba dan rugi, dimana kesalahan dan perbaikan, serta proses pencatatan yang terus berulang hingga akhirnya menghasilkan banyak pembelajaran.
Melalui pengalaman magang di Kalla Beton dan PT. Surya Bhakti Pratiwi, saya belajar bahwa tanggung jawab dan ketelitian merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia profesional. Pekerjaan bukan hanya sekadar rutinitas saja, melainkan sarana pembentukan karakter dan kedewasaan. Kesalahan yang pernah saya lakukan justru menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki diri, serta memahami arti dalam ketekunan. Disisi lain, ketika saya berperan sebagai Content Creator di Agency Black Whale dan Brand Ambassador CBP Rupiah Bank Indonesia 2024, saya menemukan sisi lain dari diri saya.
Selain itu, dunia komunikasi dan kreativitas membuka pandangan baru bahwa ekonomi tidak harus disampaikan secara kaku akan tetapi, bisa dilakukan melalui edukasi finansial, ringan, dan relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Kemudian, keterlibatan saya dalam organisasi internal maupun eksternal kampus seperti MP Ekolibrium FEB UNM dan Youth Ranger Indonesia semakin menegaskan pentingnya kolaborasi dan kepemimpinan partisipatif. Saya semakin memahami bahwa pengembangan diri tidak dapat dilakukan dengan seorang diri, akan tetapi sangat diperlukan dengan lingkungan yang mendukung, kerja sama tim yang baik, dan kemauan untuk terus belajar dari pengalaman orang lain.
Maka dari itu, saya memaknai work, life, and grow bukan hanya sebagai konsep keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi, tetapi juga sebagai proses dalam bertumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar, matang, dan adaptif terhadap perubahan. Saya belajar untuk tidak hanya mengejar kesempurnaan, melainkan juga kebermaknaan dalam setiap proses yang dijalani. Pada akhirnya, menjadi diri sendiri bukan berarti berhenti berubah. Justru, menjadi diri sendiri adalah tentang keberanian untuk tumbuh, belajar, dan memperbaiki diri di setiap langkah kehidupan. Sebaliknya, menjadi diri sendiri adalah tentang berani tumbuh, belajar, dan memperbaiki diri di setiap langkah kehidupan. Bagi saya, keseimbangan sejati bukan hanya tentang bagaimana saya menata pekerjaan dan waktu, tetapi bagaimana saya menata hati untuk teyap bersyukur, belajar, dan tetap bertumbuh menjadi versi terbaik diri sendiri.
Penulis: Diana Dewi
Posting Komentar untuk "Esai Bulan November: “WORK, LIFE, AND GROW: MULAI DARI CERITA TENTANG JADI DIRI SENDIRI”"